Waspada Osteosarcoma Jenis Kanker Tulang Mematikan

Anda sering merasakan nyeri dan sakit pada tulang dan persendian? Tulang berasa sakit saat disentuh dan terjadi pembengkakan? Jangan dianggap sepele, mungkin ini merupakan gejala yang umum. Namun harus anda ketahui bisa jadi itu juga merupakan pertanda dari osteosarcoma! Waspada Osteosarcoma Jenis Kanker Tulang Mematikan!

Osteosarcoma merupakan salah satu jenis kanker tulang yang paling sering dijumpai yang menyerang remaja berusia 20 ke bawah dan anak-anak. Kanker tulang jenis ini umumnya menyerang tulang-tulang berukuran besar pada bagian yang mempunyai tingkat pertumbuhan tercepat.

Maka dari itu, osteosarcoma biasanya berkembang di masa remaja karena pada periode ini pertumbuhan tulang berada dalam fase paling cepat. Jadi resiko seseorang mengidap osteosarcoma meningkat pada masa pertumbuhan tulang.

Osteosarcoma termasuk kanker agresif, akan tetapi mayoritas pasien bisa disembuhkan dengan kombinasi beberapa metode pengobatan. Pada rentang usia 0-24 tahun, pria mempunyai resiko terkena osteosarcoma lebih besar daripada wanita.

#Tahukah Anda?
Kejadian osteosarcoma menurut WHO muncul paa sekitar 4-5 per 1.000.000 penduduk. Osteosarcoma juga lebih sering terjadi pada pria daripada wanita dengan perbandingan 3:2.

Gejala Osteosarcoma

Mereka yang menderita osteosarcoma bisa mengeluhkan adanya benjolan yang terasa nyeri pada bagian tetentu tubuhnya. Beberapa gejala lain dari osteosarcoma diantaranya yaitu:

  • Terbatasnya gerakan tubuh
  • Pincang jika benjolan tumor berada di kaki
  • Rasa nyeri dan sakit pada tulang atau persendian
  • Sakit ketika disentuh, pembengkakan atau benjolan disekitar tulang atau pada ujung tulang
  • Rasa nyeri akibat mengangkat sesuatu. Ini terjadi jika benjolan berada di bagian tangan
  • Retaknya tulang yang disebabkan oleh sesuatu tidak normal atau patah tulang pada gerakan rutin.

Biasanya tulang yang terkena osteosarcoma adalah tulang paha, tulang kering dan tulang lutut. Tumor juga bisa terbentuk pada tulang bahu, tulang panggul atau tulang rahang.

Apabila anak mengidap penyakit ini, mereka mungkin akan mengalami rasa sakit pada malam hari atau setelah bermain atau beraktivitas fisik. Tidak hanya iti, mereka mungkin akan pincang bila osteosarcoma mempengaruhi kaki mereka.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum diatas. Apabila anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter anda.

#Kapan Anda Harus Periksakan Diri Ke Dokter?
Anda harus menghubungi dokter jika anda mengalami rasa sakit, bengkak atau kerusakan dalam sistem muskuloskeleton. Anda juga perlu menemui dokter secepatnya bila mengalami rasa sakit dan bengkak yang tidak kunjung hilang atau penyebabnya tidak jelas dalam tulang dan sendi.

Penyebab Osteosarcoma

Kondisi yang menyebabkan berkembangnya osteosarcoma berasal dari kesalahan kode genetik pada DNA seorang anak. Kesalahan kode tersebut menyebabkan sel-sel yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan tulang justru menciptakan tumor osteosarcoma.

Pada beberapa kasus, osteosarcoma juga bisa disebabkan. Salah satu faktor dari luar yang bisa menyebabkan munculnya osteosarcoma adalah paparan radiasi.

Karena adanya kesalahan, sel yang tumbuh untuk membuat tulang menciptakan tumor osteosarcoma, yang berarti bahwa penyakit terjadi sebagai kesalah dalam sel DNA. Kesalahan ini memberi tahu sel untuk bertumbuh dan membelah secara tidak terkendali.

Menjalani sejumlah pengobatan seperti terapi radiasi untuk jenis kanker lainnya, atau obat kanker bernama agen alkylate juga bisa menyebabkan penyakit ini.

Ada juga beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang terkena osteosarcoma diantaranya yaitu:

  • Penyakit tulang paget
  • Saat ini atau sebelumnya pernah mempunyai sejumlah tumor di dalam tulang rawan yang merupakan jaringan penghubung di dalam tulang
  • Terapi radiasi kanker. Mengalami dosis radiasi besar misalnya yang diberikan selama terapi radiasi kanker juga bisa meningkatkan resiko osteosarcoma di masa depan
  • Gangguan gentik bawaan. Sindrom genetik langka tertentu yang menurun dalam keluarga meningkatkan resiko kanker tulang termasuk sindrom Li-Fraumeni dan retinoblastoma bawaan.

Diagnosis Osteosarcoma

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasikan penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Untuk mendiagnosis osteosarcoma, dokter akan melakukan beberapa hal berikut:

  • Tes Darah. Fungsi tes darah adalah untuk mendeteksi kanker tulang dari perubahan kandungan darah. Gambaran hasil pemeriksaan darah juga bisa membedakan apakah kondisi anda berupa osteosarcoma atau radang sendi
  • Pemindaian tulang. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan bahaw radioaktif ke dalam pembuluh darah. Tulang normal akan lebih lambat menyerap bahan radioaktif dibanding dengan tulang yang bermasalah. Kemudian dilakukan Sinar X untuk melihat perbandingan penyerapa bahan radioaktif
  • CT Scan. Tes ini berfungsi untuk memberikan informasi penyebaran kanker tulang ke organ lainnya
  • MRI Scan. Hasil prosedur ini bisa menghasilkan gambar tulang lebih detail serta informasi penyebaran kanker tulang
  • Positron Emission Tomography. Tes ini akan menunjukkan bagaimana organ atau jaringan tubuh bekerja dengan memanfaatkan bahan radioaktif
  • Pencitraan sinar X
  • Biopsi. Apabila pada tes pencitraan ditemukan tanda-tanda osteosarcoma, maka pasien membutuhkan biopsi. Ahli bedah akan mengambil sampel jaringan atau tulang dari bagian tubuh yang terasa nyeri atau membengkak.

Biasanya osteosarcoma bisa diketahui sejak awal. Anak-anak atau remaja akan mengatakan tentang rasa sakit yang dirasakan, atau bisa juga karena orang tua melihat adanya pembengkakan dan cara berjalan yang timpang.

Perawatan Osteosarcoma Di Rumah

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin bisa membantu mengurangi resiko terkena osteosarcoma:

  • Mendapatkan vitamin dan nutrisi untuk sistem tulang. Ingat untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsums nutrisi tersebut
  • Untuk mengurangi gejala, anda bisa memanfaatkan beberapa bentuk akupuntur dan pijat
  • Pelajari kanker tulang untuk membuat keputusan tentang perawatan anda
  • Anda juga bisa mencoba melakukan 5 metode pengobatan osteosarcoma ini yang sudah sangat terjamin sangat manjur.

Pengobatan Osteosarcoma

Cara pengobatan osteosarcoma bergantung pada tingkat keparahan dan lokasi osteosarcoma. Tindakan pengobatan juga dilakukan setelah proses biopsi tumor selesai. Umumnya osteosarcoma ditangani dengan beberapa tindakan seperti:

  • Pembedahan. Tindakan ini dilakukan untuk mengangkat tumor
  • Terapi radiasi dan kemoterapi. Biasanya kedua tindakan ini dilakukan sebelum pembedahan, untuk membunuh sel kanker. Bedanya, kemoterapi menggunakan obat-obatan, sedangkan terapi radiasi menggunakan pancaran sinar X
  • Operasi pengangkatan tulang dan amputasi. Prosedur ini bisa dilakukan jika belum terjadi penyebaran kanker ke luar dari tulang atau jika kanker baru menyebar di jaringan sekitar tulang. Sedangkan amputasi akan dilakukan jika kanker sudah menyebar ke saraf , pembuluh darah dan kulit
  • Menggunakan obat herbal. Anda bisa mencoba menggunakan obat herbal apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan bahan-bahan kimia atau masih ragu untuk menjalani pengobatan kemoterapi dan operasi. Mengapa obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dalam jangka waktu yang lama. Obat herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan atau pun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Osteosarcoma.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*