Waspada! Bahaya Mata Blefaritis Menyerang Anda

Apakah anda merasakan adanya bengkak dan kemerahan pada kelopak mata? Kelopak mata sering terasa gatal? Hati-hati jangan dianggap sepele bisa jadi anda terkena penyakit Mata Blefaritis! Waspada! Bahaya Mata Blefaritis Menyerang Anda, simak penjelesannya berikut ini!

Mata Blefaritis merupakan peradangan pada kelopak mata yang menyebabkan bagian tersebut jadi terlihat bengkak dan merah. Kondisi ini bisa terjadi pada kedua mata dengan kondisi peradangan yang lebih terlihat jelas pada salah satu mata dibanding mata yang lain. Blefaritis bisa dialami oleh semua golongan usia dan kondisi ini umumnya tidak menular.

Blefaritis seringkali merupakan kondisi kronis yang sulit diatasi. Blefaritis akan terasa tidak nyaman untuk penderitanya dan tidak akan enak untuk dipandang. Akan tetapi kondisi ini biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen pada penglihatan. Meskipun mata pasien merah dan iritasi akan tetapi penyakit ini tidak menular.

#Tahukah Anda?
Kondisi ini sangat umum terjadi dan bisa menyerang pasien dengan usia berapapun. Blefaritis bisa ditangani dengan mengurangi faktor-faktor resikonya. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Jenis-Jenis Mata Blefaritis


Blefaritis dibagi menjadi 2 jenis diantaranya yaitu:

  • Blefaritis anterior. Yaitu peradangan pada kulit di bagian luar kelopak. Jenis ini umumnya dipicu oleh infeksi bakteri Staphylococcus dan ketombe pada kulit kepala
  • Blefaritis Posterior. Yaitu peradangan di bagian dalam kelopak mata. Blefaritis posterior dipicu oleh kelainan pada kelenjar minyak yang terletak di bagian dalam kelopak mata. Tidak hanya itu, blefaritis jenis ini juga bisa dipicu oleh kelainan kulit seperti dermatitis seboroik dan rosacea.

Gejala Mata Blefaritis


Blefaritis umumnya terjadi di kedua mata, akan tetapi gejala yang timbul akan lebih parah pada salah satu kelopak mata. Gejala ini akan memburuk di pagi hari. Beberapa gejala tersebut diantaranya yaitu:

  • Mata merah
  • Bulu mata rontok
  • Penglihatan mata buram
  • Mata terasa berpasir
  • Sering mengedipkan mata
  • Kelopak mata terasa gatal
  • Kelopak mata menjadi lengket
  • Mata menjadi sensitif pada cahaya
  • Pengelupasan kulit disekitar mata
  • Sensasi terbakar atau tersengat pada mata
  • Mata bisa tampak berair atau bisa juga tampak kering
  • Pertumbuhan bulu mata yang tidak normal
  • Bengkak dan kemerahan pada kelopak mata
  • Kerak pada bulu mata atau pada ujung mata
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Mata berair.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan diatas. Apabila anda mempunyai kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu segera konsultasikan dengan dokter anda.

Penyebab Mata Blefaritis


Belum diketahui secara pasti apa penyebab dari blefaritis, akan tetapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko penyakit ini seperti munculnya ketombe pada kulit kepala atau alis. Reaksi alergi dari penggunaan produk kosmetik juga bisa memicu radang pada kelopak mata. Faktor lain yang bisa meningkatkan resiko seseorang terkena blefaritis diantaranya yaitu:

  • Infeksi bakteri
  • Terdapat kutu pada bulu mata
  • Kelainan pada kelenjar minyak
  • Efek samping penggunaan obat
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Rosacea. Kondisi kulit yang ditandai dengan kemerahan pada wajah
  • Penyumbatan atau malfungsi kelenjar minyak pada kelopak mata.

Komplikasi Mata Blefaritis


Blefaritis yang tidak ditangani dengan baik akan beresiko menimbulkan komplikasi-komplikasi seperti:

  • Pertumbuhan bulu mata yang tidak normal
  • Kerontokan bulu mata
  • Bintit atau benjolan yang menyakitikan pada kelopak mata akibat infeksi
  • Kelebihan air mata atau malah mata menjadi kering
  • Bentuk ujung kelopak mata yang melipat ke dalam atau ke luar
  • Konjungtivitis
  • Kalazion atau benjolan seperti bintit yang muncul di bagian dalam kelopak mata
  • Rasa tidak nyaman ketika menggunakan lensa kontak
  • Kerusakan pada kornea akibat iritasi berkepanjangan pada kelopak mata yang mengalami peradangan.

Diagnosis Mata Blefaritis


Diagnosis blefaritis dilakukan dengan memeriksa keadaan mata pasien, khusunys pada bagian kelopak mata. Selama pemeriksaan, dokter akan menggunakan alat khusus yang menyerupai kaca pembesar agar bisa melihat keadaan mata pasien dengan lebih detail.

Untuk mengetahui penyebab blefaritis atau kemungkinan penyakit selain blefaritis, dokter akan meneliti sampel kerak kulit atau minyak pada kelopak mata. Sampel tersebut akan dianalisa untuk mengetahui apabila terdapat infeksi jamur atau bakteri serta adanya kemungkinan alergi.

Perawatan Mata Blefaritis Di Rumah


Berikut ini merupakan beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bisa membantu anda dalam mengatasi mata blefaritis diantaranya yaitu:

  • Jaga kelopak mata agar tetap bersih
  • Pastikan anda membersihkan wajah dengan teratur. Hal ini meliputi membersihkan riasan mata dan wajah sebelum tidur. Jangan sentuh mata dengan tangan kotor dan jangan gosok mata yang gatal. Menggosok mata bisa menyebarkan infeksi yang sudah ada
  • Jangan menggunakan eyeliner pada ujung belakang kelopak mata di belakang bulu mata
  • Apabila anda berada pada tahap awal penanganan blefaritis, anda bisa mencegah iritasi lanjutan dengan tidak menggunakan riasa wajah
  • Begitu anda memulai menggunakan riasa wajah kembali, ganti produk yang digunakan untuk atau dekat mata. Produk mungkin sudah terkontaminasi
  • Anda juga bisa mencoba mengobati mata blefaritis dengan 7 cara alami ala rumahan ini yang bisa anda lakukan sendiri dengan mudah di rumah.

Pengobatan Mata Blefaritis


Hingga saat ini, belum ada pengobatan untuk menangani blefaritis. Akan tetapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menangani gejala yang dialami.

Pasien bisa meredakan peradangan di rumah dengan mengompres mata dengan kain dan air hangat minimal selama 1 menit. Basahi kain sesekali agar tetap hangat, guna melunakkan kerak dan mencegah endapan minyak di kelopak mata. Beberapa pengobatan yang bisa anda lakukan diantaranya yaitu:

  • Kortikosteroid

Pada pasien yang tidak terserang infeksi, dokter akan meresepkan tets mata atau salep kortikosteroid, untuk mengurangi peradangan. Air mata buatan juga bisa diresepkan untuk mengurangi iritasi yang disebabkan oleh mata kering.

  • Antibiotik

Untuk pasien blefaritis yang diduga dipicu oleh infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik minum, salep atau tetes mata.

Beberapa hal yang perlu diketahui terkait penggunaan antibiotik diantaranya yaitu:

  1. Hindari penggunaan lensa kontak bila menggunakan antibiotik dalam bentuk salep atau tetes mata karena bisa menyebabkan iritasi
  2. Pasien bisa mengalami sensasi terbakai akibat salep antibiotik akan tetapi sensai ini tidak berlangsung lama
    Antibiotik minum bisa menyebabkan pasien lebih sensitif terhadap sinar matahari. Karena itu sebisa mungkin hindari paparan matahari
  3. Antibiotik minum juga bisa memengaruhi perkembangan janin dan bayi. Maka dari itu tidak dianjurkan pada pasien blefaritis yang sedang hamil atau menyusui
  4. Waspada terhadap efek samping penggunaan antibiotik seperti muntah, diare dan nyeri lambung.
  • Pola Makan

Selama menjalani pengobatan, pasien disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak omega-3. Beberapa penelitian bahwa asam lemak omega-3 bisa membantu mengatasi gejala blefaritis. Sejumlah makanan dengan kandungan asam lemak omega-3 diantaranya yaitu:

  1. Ikan sarden, tuna atau salmon
  2. Kacang-kacangan
  3. Kacang kedelai dan produk dari kacang kedelai
  4. Biji-bijian
  5. Sayuran hijau.
  • Menggunakan Obat Herbal

Anda juga bisa mencoba menggunakan obat herbal untuk mengobati Mata Blefaritis. Obat herbal ini bisa anda gunakan apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan obat-obatan kimia dan tidak ingin melalukan jalan operasi. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan yang alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan ataupun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Mata Blefaritis.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*