Wanita Wajib Tahu Penyakit Endometriosis Dari Sekarang

Anda sering merasakan sakit perut luar biasa pada perut bagian bawah disekitar pinggul? Perut terasa kembung atau darah pada feses pada urine? Hati-hati bisa jadi anda terkena penyakit endometriosis! Wanita Wajib Tahu Penyakit Endometriosis Dari Sekarang, simak berikut ini!

Endometriosis merupakan suatu penyakit pada sistem reproduksi wanita dimana jaringan dari lapisan dalam dinding rahim atau endometrium tumbuh di luar rongga rahim.

Tiap bulan, tubuh wanita akan melepaskan hormon yang memicu penebalan dinding rahim atau endometrium yang merupakan periapan untuk menerima sel telur yang sudah dibuahi. Apabila tidak terjadi kehamilan, dinding rahim akan luruh dan keluar dari tubuh bentuk darah yang keluar dari vagina.

Endometriosis terjadi saat jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Apabila anda mengidap endometriosis, jaringan tersebut juga mengalami proses penebalan dan luruh, yang sama dengan siklus menstruasi. Akan tetapi darah tersebut akhirnya mengendap dan tidak bisa keluar terletak di luar rahim. Endapan tersebut akan mengiritasi jaringan di sekitarnya. Lama-kelamaan jaringan parut atau bekas iritasi pun akan terbentuk.

Pada kebanyakan kasus, kondisi ini muncul akibat endometriosis yang tidak diobati dengan cepat dan tepat. Itu sebabnya, beberapa wanita dengan endometriosis beresiko mengalami kista endometriosis. Kista endometriosis memengaruhi wanita selama beberapa tahun dan bisa menyebabkan nyeri panggul kronis yang terkait dengan menstruasi.

#Tahukah Anda?
Endometriosis merupakan penyakit yang sering terjadi pada wanita berusia 30-40 tahun. Walaupun begitu, penyakit ini juga bisa terjadi pada wanita dengan usia berapa saja. Penyakit ini bisa ditangani dengan mengurangi faktor-faktor resiko.

Gejala Endometriosis


Endometriosis umumnya tidak tergolong mematikan. Akan tetapi kondisi ini bisa menyebabkan gejala-gejala yang sangat menggangu kehidupan sehari-hari dari penderitanya.

Secara umum gejala endometriosis bisa meliputi rasa sakit yang luar biasa pada perut bagian bawah dan sekitar pinggul. Gejala ini biasanya terasa paling parah sebelum dan selama siklus menstruasi. Akan tetapi ada juga yang merasakan sakit sepanjang waktu. Rasa sakit tersebut juga terkadang muncul saat berhubungan seks atau setelahnya, serta rasa sakit waktu buang air kecil atau besar.

Disamping rasa sakit, perut terasa kembung, darah pada feses atau urine, volume darah yang berlebihan saat menstruasi, darah serta perdarahan di luar siklus menstruasi juga termasuk gejala Endometriosis.

Gejala lain bisa dialami penderita seperti diare, konstipasi, kelelahan, dan mual selama periode menstruasi.

Gejala endometriosis bervariasi tergantung letak dimana tumbuhnya jaringan endometrium seperti misalnya di ovarium, dinding luar rahim, vagina, usus, kandung kemih dan bahkan paru-paru. Sehingga perlunya diketahui bahwa dampak endometriosis berbeda-beda pada tiap penderitanya. Karena itu, sangat penting bagi anda untuk memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut.

#Kapan Saya Harus Memeriksakan Diri Ke Dokter?

Anda harus segera menghubungi dokter bila anda mengalami gejala-gejala seperti:

  • Anda merasakan sakit saat menstruasi padahal sebelumnya tidak pernah
  • Aktivitas sehari-hari terganggu dengan rasa sakit
  • Anda merasakan sakit saat berhubungan seks
  • Anda merasakan sakit saat buang air kecil, terdapat darah pada urine atau tidak bisa mengendalikan aliran urine
  • Anda tidak subur, alias tidak kunjung hamil setelah mencoba selama 12 bulan.

Penyebab Endometriosis


Penyebab tumbuhnya jaringan endometrium yang abnormal ini masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi ada beberapa penjelasan tentang bagaimana endometriosis bisa terjadi diantaranya yaitu:

Retrogade menstruation atau aliran menstruasi yang berbalik arah. Berbeda dengan proses menstruasi normal, gangguan ini terjadi ketika darah menstruasi yang mengandung banyak sel endometrium mengalir naik ke tuba falopi atau saluran telur dan kemudan masuk ke rongga perut
Gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Ada kemungkinan sistem kekebalan tubuh tidak berhasil melenyapkan sel-sel endometrium yang secara keliru tumbuh di luar rahim
Perpindahan sel-sel endometrium ke bagian tubuh lain melalui darah atau sistem limfatik.

Para peneliti juga mempercayai bahwa ada beberapa hal yang bisa menjadi faktor resiko endometriosis diantaranya yaitu:

  • Belum pernah melahirkan
  • Konsumsi minuman beralkohol
  • Mengalami keabnormalam pada rahim
  • Siklus menstruasi yang singkat misalnya kurang dari 27 hari
  • Mengalami menstruasi pada usia lebih muda dari batas normal
    Mengalami menopause pada usia yang lebih tua dari batas normal
  • Mengidap kondisi tertentu yang bisa menghalangi jalur darah menstruasi
  • Faktor keturunan. Resiko endometriosis akan meningkat apabila pengidap mempunyai anggota keluarga (terutama ibu atau saudara perempuan) yang juga mempunyai penyakit yang sama.

Komplikasi Endometriosis


Komplikasi bisa terjadi jika endometriosis terus dibiarkan berkembang tanpa pengobatan. Beberapa komplikasi yang mungkin muncul meliputi:

  • Gangguan pada kesuburan atau infertilitas. Komplikasi ini terjadi karena adanya jaringan endometrium yang tumbuh dan menutupi tuba falopi sehingga menghalangi pertemuan sel telur dan sperma. Tidak semua penderita endometriosis mengalami infertilitas, hanya sebagian saja. Dokter biasanya akan menganjurkan pengidap endometriosis tingkat ringan sampai menengah untuk mempunyai anak secepatnya sebelum kondisi mereka makin parah
  • Adhesi. Jaringan endometriosis yang membuat organ-organ tubuh saling menempel
  • Kista ovarium. Yaitu tumbuhnya kantong berisi cairan pada ovarium. Kantong ini bisa tumbuh menjadi sangat besar dan menimbulkan nyeri
  • Kanker ovarium. Walau komplikasi ini jarang terjadi, pengidap endometriosis tetap mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker ovarium
  • Kanker endometrium yang terpicu endometriosis. Yaitu jenis kanker ganas di lapisan dinding dalam rahim akibat endometriosis. Jenis kanker ini tergolong jarang terjadi dan masih dalam penelitian untuk mencari faktor pemicunya.

Adhesi dan kista ovarium bisa muncul ketika jaringan endometrium tumbuh di dalam atau di dekat ovarium.

Perawatan Endometriosis Di Rumah


Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bisa membantu anda mengatasi penyakit endometriosis diantaranya yaitu:

  • Perhatikan asupan makanan anda. Pasalnya asupan makanan yang tepat mampu membantu mengatasi peradangan dan rasa sakit yang disebabkan karena penyakit ini. Pilihlah sayuran dan buah-buana ketimbang menu daging merah
  • Olahraga teratur. Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita yang rutin melakukan olahraga seperti jogging, aerobik dan bersepeda mempunyai resiko lebih rendah untuk terkena penyakit ini
  • Hindari Stres. Cobalah menggunakan teknik relaksasi yang bisa membantu anda fokus pada hal-hal yang menenangkan sehingga bisa mengurangi produksi hormon stres
  • Anda juga bisa mencoba mengatasi endometriosis tanpa operasi dengan 5 cara alami ini yang bisa anda lakukan sendiri dengan mudah di rumah.

Pengobatan Endometriosis


Karena penyebabnya yang masih belum diketahui secara pasti, langkah penyembuhan endometriosis secara akurat juga belum ada. Tujuan penanganannya hanya untuk mengurangi gejala, memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim, meningkatkan keseburuan dan mencegah kambuh. Beberapa pengobatan yang bisa anda lakukan untuk mengobati endometriosis diantaranya yaitu:

  • Obat pereda rasa sakit

Rasa sakit yang luar biasa saat menstruasi yang menjadi gejala utama endometriosis bisa dikurangi dengan obat pereda sakit jenis anti inflamasi non-steroid (OAINS), seperti ibuprofen atau naproxen. Obat-obatan ini dijual bebas dan tersedia di apotek terdekat.

  • Terapi Hormon

Terapi hormon digunakan untuk mengurangi gejala endometriosis dengan menghambat produksi hormon estrogen di dalam tubuh. Proses ini akan mencegah pertumbuhan sel-sel endometriosis dan bisa dilalukan melalui beberapa cara seperti:

  1. Hormon Kontrasepsi. Contohnya seperti pil KB, koyo KB dan cincin vagina yang bisa menghambat proses penebalan lapisan endometrium sehingga menstruasi lebih ringan, cepat berakhir dan mengurangi rasa sakit endometriosis
  2. Terapi Progestin. Pengobatan dengan hormon progestin saja, misalnya kontrasepsi implan, suntik (Depo-Provera), atau berupa alat kontrasepsi dalam rahim yang disebut juga dengan intrauterine device
  3. Analog Hormon pelepas gonadotropion. Obat ini akan memicu kondisi yang mirip dengan menopause, sehingga ukuran endometriosis akan mengecil dan menstruasi pun terhenti
  4. Danazol. Obat ini juga bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan jaringan endoemtrium sehingga mencegah menstruasi dan meringankan gejala endometriosis lainnya
  5. Antiprogesteron. Yaitu hormon sintetis dengan fungsi sejenis analog hormon pelepas gonadotropion.
  • Melakukan Operasi

Operasi pengangkatan endometriosis akan menjadi pilihan jika terapi hormon tidak efektif bagi pengidap endometriosis. Prosedur ini umumnya dilakukan guna mengangkat jaringan endometriosis serta jaringan parut.

  • Mengonsumsi Obat Herbal

Anda juga bisa mencoba menggunakan obat herbal untuk mengobati Endometriosis. Obat herbal ini bisa anda gunakan apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan obat-obatan kimia dan tidak ingin melalukan jalan operasi. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan yang alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan ataupun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Endometriosis.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*