Vertigo – Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Anda sering merasa pusing? Sering merasakan sensasi kepala berputar atau kepala keliyengan dan kehilangan keseimbangan? Hati-hati mungkin anda terkena penyakit vertigo. Simak Vertigo - Penyebab, Gejala dan Pengobatannya berikut ini!!

Vertigo merupakan sebuah keadaan dimana penderitanya merasa seolah-olah lingkungan di sekitarnya berputar atau melayang. Kondisi ini juga akan membuat penderitanya kehilangan keseimbangan, sehingga kesulitan untuk sekedar berdiri atau bahkan berjalan. Cara terbaik untuk menggambarkan vertigo adalah dengan memutar tubuh adna beberapa kali dan merasakan kondisi yang dihasilkan.

Vertigo merupakan kondisi yang membuat penderitanya mengalami pusing, sampai merasa dirinya atau sekelilingnya berputar. Vertigo bisa berlangsung selama beberapa menit atau jam, tergantung tingat keparahannya. Jika vertigo yang dialami cukup berat, beresiko membuat penderitanya terjatuh.

Perlu anda ketahui, vertigo bukanlah nama penyakit. Akan tetapi sebuah kumpulan gejala yang bisa terjadi secara tiba-tiba atau berlangsung selama jangka waktu tertentu dalam satu waktu.

Penyebab Vertigo

Berdasarkan penyebabnya, vertigo dibagi menjadi 2 yaitu vertigo perifer dan sentral. Vertigo perifer merupakan Vertigo yang paling sering terjadi, yang disebabkan oleh adanya gangguan pada telinga bagian dalam. Sedangkan Vertigo Sentral merupakan vertogo yang disebabkan oleh adanya gangguan otak atau sistem saraf pusat.

Beberapa gangguan yang umum menimbulkan vretigo diantaranya yaitu:

  • Vertigo Posisi Paroksismal Jinak (benign paroxysmal positional vertigo)

Seseorang yang menderita vertigo posisi paroksismal jinak (BPPV) biasanya akan merasakan gejala saat menggerakan kepala.

Belum diketahui pasti penyebab kondisi ini. Akan tetapi ada dugaan bahwa BPPV merupakan efek dari tindakan medis yang pernah dijalani pasien dan adanya kristal alami tubuh yang masuk ke telinga bagian dalam.

Pada telinga bagian dalam terdapat organ yang disebut dengan vestibular labyrinth. Di dalam vestibular labyrinth terdapat saluran semisirkular dan otolit. Otolit berperan sebagai pemantau gerakan kepala, sedangkan saluran semisirkular berperan sebagai senso gerakan kepala khusus gerakan memutar. Di dalam otolit juga terdapat kristal yang membuat telinga sensitif terhadap gravitasi.

Ketika kristal tersebut lepas dari tempatnya dan masuk ke saluran semisirkular akan menyebabkan saluran semisirkular lebih sensitif terhadap gerakan yang terjadi pada kepala. Akibatnya vertigo akan muncul ketika kepala digerakkan.

  • Labirinitis

Pada dasarnya telinga mempunyai 2 saraf keseimbangan yang berfungsi mengirim sinyal untuk menentukan arah dan kendali keseimbangan pada otak. Labirinitis adalah kondisi dimana salah satu saraf tersebut mengalami inflamasi atau peradangan. Ketika peradangan terjadi, hal itu akan memicu munculnya vertigo.

Selain vertigo, labirinitis juga bisa menimbulkan gejala lain seperti :

  • Mual dan muntah

  • Hilang Keseimbangan

  • Telinga berdengung

  • Pergerakan mata yang tidak terkontrol.

  • Penyakit Meniere

Vertigo bisa muncul pada penderita penyakit meniere yaitu kondisi dimana terjadi kerusakan pada telinga bagian dalam. Penyebab meniere sendiri masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi para peneliti menduga bahwa kondisi ini disebabkan oleh jumlah cairan yang terdapat pada telinga bagian dalam menjadi tidak normal.

Kelainan jumlah cairan telinga bagian dalam juga dipengaruhi oleh:

  • Respons imun yang tidak norma;
  • Infeksi virus
  • Alergi
  • Cedera kepala
  • Kelainan gentik atau keturunan
  • Migrain
  • Kelainan struktur telinga bagian dalam
  • Terjadi penyumbatan.

Pada dasarnya vertigo muncul karena adanya gangguan pada telinga atau otak. Maka dari itu, beberapa kondisi di bawah ini juga bisa menyebabkan vertigo diantaranya yaitu:

  • Cholesteatoma. Yaitu kondisi diman terjadi pertumbuhan kulit yang tidak normal pada telinga, tepatnya di balik gendang telinga. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi telinga yang terus kambuh
  • Otosclerosis. Yaitu kondisi dimana terjadi pertumbuhan tulang yang tidak normal pada telinga
  • Stroke. Yaitu gangguan pada pasokan darah ke otak yang disebabkan karena adanya perdarahan atau penggumpalan darah
  • Fistula perilymphatic. Yaitu kondisi dimana terjadi robekan pada dinding pemisah telinga bagian dalam dan telinga bagian tengah. Robekan ini menyebabkan cairan yang ada di telinga bagian dalam bisa berpindah ke telinga bagian tengah
  • Neuroma Akustik. Yaitu tumor jinak pada saraf penghubung otak dan telinga bagian dalam
  • Multiple Sclerosis. Yaitu kondisi dimana sistem imun secara keliru menyerang lapisan pelindung saraf dan tulang belakang. Lapisan pelindung yang rusak akan menggangu proses pengiriman sinyal dari otak ke seluruh tubuh
  • Penyakit parkinson. Yaitu kondisi yang ditandai dengan pergerakan dan keseimbangan tubuh yang tidak normal akibat adanya gangguan pada fungsi otak
  • Migrain. Kondisi dimana menyebabkan penderitanya mengalami sakit kepala di salah satu sisi
  • Diabetes. Diabetes bisa menyebabkan komplikasi berupa pengerasan arteri dan penurunan pasokan darah ke otak. Akibatnya fungsi otak terganggu
  • Kehamilan. Vertigo bisa muncul pada ibu hamil. Umumnya hal ini disebabkan karena perubahan hormon, penurunan kadar gula darah dan penyempitan pembuluh darah selama masa kehamilan
  • Malformasi Chiari. Yaitu kondisi dimana jaringan otak turun ke saluran tulang belakang. Hal itu menyebabkan gangguan pada fungsi otak
  • Sifilis. Sifilis merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi ini bisa menimbulkan gejala hilangnya pendengaran, pusing dan memicu vertigo
  • Gangguan kecemasan. Rasa cemas dan panik bisa memicu munculnya vertigo dan stres berpotensi memperburuk vertigo yang diderita
  • Tumor Otak. Tumor pada otak kecil (sereblum) bisa menimbulkan vertigo
  • Tekanan udara. Perubahan tekanan udarah seperti saat menyelam, bisa menyebabkan kerusakan pada telinga. Telinga yang rusak merupakan penyebab umum munculnya vertigo
  • Alergi. Vertigo bisa menjadi salah satu gejala yang muncul ketika seseorang mengalami alergi
  • Obat. Vertigo bisa muncuol sebagai efek samping obat. Beberapa obat yang bisa memicu vertigo diantaranya yaitu antikejang, antidepresan, obat penenang dan antihipertensi
  • Cedera kepala dan leher. Kondisi ini juga bisa menimbulkan vertigo apabila benturan menyebabkan kerusakan pada otak atau telinga bagian dalam.

Faktor Resiko Vertigo

Ada juga beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang untuk terkena vertigo diantaranya yaitu:

  • Merokok
  • Berusia diatas 50 tahun
  • Mengonsumsi alkohol
  • Mengalami kecelakaan
  • Mengalami stres berat
  • Mempunyai riwayat di dalam keluarga.

Gejala Vertigo

Selain pusing berputar, vertigo juga bisa disertai dengan gejala lain seperti:

  • Tinnitus
  • Mual
  • Muntah
  • Hilangnya pendengaran
  • Berkeringat
  • Pergerakan bola mata yang tidak normal atau nistagmus.

Pada dasarnya vertigo perlu mendapatkan penanganan dengan segera. Apabila tidak kondisi yang ada bisa memburuk dan membahayakan penderitanya. Dianjurkan untuk segera membawa penderita ke dokter apabila terdapat tanda atau gejala seperti:

  • Demam
  • Anggota tubuh merasa lemah
  • Kesulitan berjalan
  • Penglihatan berbayang
  • Respon melambat
  • Kesulitan berbicara
  • Penurunan kesadaran
  • Pergerakan mata yang tidak normal.

Perawatan Vertigo Di Rumah

Vertifo bisa disebabkan oleh banyak kondisi sehingga pencegahan dan perawatan yang dilakukan harus disesuaikan dengan fakto resiko yang dimiliki. Sebagai contoh, apabila penderita aktivitas menyelam, lakukan penyesuaian tekanan pada tubuh dengan baik. Terdapat pula beberapa upaya yang dilakukan untuk mencegah memburuknya atau kambuhnya vertigo. Diantaranya yaitu:

  • Menggerakkan kepala secara perlahan dan hati-hati ketika beraktivitas
  • Menyalakan lampu ketika terbangun di malam hari
  • Segera duduk jika vertigo muncul
  • Tidur dengan kepala yang sedikit terangkat atau lebih tinggi
  • Duduk sejenak sebelum beranjak dari kasur setelah bangun
  • Breusakan tenang ketika gejala kambuh. Rasa gelisah yang muncul bisa memperburuk kondisi
  • Berjongkok dan hindari membungkuk ketika ingin mengambil barang yang ada di lantai
  • Hindari gerakan meregangkan leher misalnya ketika ingin melihat sesuati melalui celah yang tinggi
  • Anda juga bisa melakukan beberapa tips jitu untuk penderita vertigo ini yang bisa anda lakukan sendiri dengan mudah.

Pengobatan Vertigo

Meski pun banyak kasus vertigo yang bisa sembuh engan sendirinya, akan lebih baik jika kondisi ini diperiksakan ke dokter terutama jika vertigo terjadi secara berulang.

  • 1. Mengonsumsi Obat Tertentu

Contoh obat-obatan yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi vertigo diantaranya yaitu:

  • Anthistamin seperti betahistine
  • Benzodiazepine seperti diazepam dan larozepam
  • Anti muntah misalnya metoclopramide.

Untuk membantu meredakan gejala vertigo, anda bisa melakukan hal-hal dibawah ini:

  • Berbaring sejanak di ruangan yang tenang dan gelap untuk meredakan sensasi pusing berputar
  • Hindari gerakan tiba-tiba
  • Dduk selama vertigo kambuh
  • Hindari menggunakan komputer, menonton televisi atau menyalakan lampu yang terlalu terang
  • Jika vertigo kambuh ketika berbaring cobalah untuk duduk dan jangan menggerakkan tubuh.

Pada dasarnya pengobatan vertigo harus disesuaikan dengan penyebabnya.

  • 2. Melakukan Terapi Rehabilitasi Vestibular (VRT)

Terapi ini dilakukan jika keluhan yang dialami adalah pusing dan kesulitan menjaga keseimbangan tubuh. Ini adalah jenis terapi fisik untuk memperkuat sistem vestibular. Secara fungsi sistem vestibular berpean dalam menjaga keseimbangan, koordinasi serta mengontrol pergerakan tubuh.

  • 3. Melakukan Operasi

Jika vertigo disebabkan oleh masalah mendasar yang lebih serius seperti tumor atau cedera pada otak atau leher, operasi bisa dilakukan untuk membantu meringankan bahkan menyembuhkan penyakit ini.

Obat herbal ini bisa anda pilih apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan obat-obatan kimia dan tidak ingin melakukan tindakan operasi. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan-bahan yang alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*