Sadari Penyakit Kulit Dermatitis Numularis Sebelum Menjangkiti

Anda mempunyai bercak kemerahan pada kulit yang berukuran kecil? Bercak mengeluarkan cairan dan bisa mengumpul? Hati-hati bisa jadi anda terkena penyakit Dermatitis Numularis! Sadari Penyakit Kulit Dermatitis Numularis Sebelum Menjangkiti Anda!!

Dermatitis Numularis merupakan suatu penyakit pada kulit yang ditandai dengan nyeri atau pedih pada bagian kulit. Daerah kulit yang terasa nyeri ini seringkali berbentuk koin oval yang muncul setelah terjadi kerusakan pada permukaan kulit, misalnya luka bakar, gesekan atau gigitan serangga. Bercak yang terasa perih akibat dermatitis numularis bisa menetap selama 1 minggu hingga 1 bulan. Dermatitis Numularis juga dikenal dengan istilah lain yaitu eksim numularis atau eskim dikoid.

Dermatitis Numularis lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding dengan perempuan. Dermatitis Numularis pada laki-laki muncul pertama kali pada usia 55-60 tahun. Sedangkan pada perempuan, kondisi ini pertama kali muncul pada usia yang lebih muda, yaitu pada waktu remaja atau dewasa.

Gejala Dermatitis Numularis


Gejala dermatitis numularis seringkali ditandai dengan munculnya bercak kemerahan pada kulit yang berukuran kecil, akan tetapi banyak dan mengelompok. Bercak ini terkadang mengeluarkan cairan dan bisa mengumpul, kemudian membesar sehingga membentuk seperti koin. Bercak yang berubah menjadi kuning menunjukkan terjadinya infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada daerah yang mengalami dermatitis. Kondisi ini bisa diatasi dengan menggunakan antibiotik. Kulit diantara bagian bercak dermatitis akan tetap bersih meskipun mudah mengalami iritasi. Gejala lain yang bisa dilihat dari bercak dermatitis numularis diantaranya yaitu :

  • Ukuran bercak dermatitis bervariasi dari 2cm-10cm
  • Warna bisa bervariasi dari merah, merah muda atau cokelat
  • Seringkali muncul pada kaki akan tetapi juga bisa terjadi di bagian badan, tangan, lengan dan telapak kaki
  • Kulit yang mengalami dermatitis kemudian mengeluarkan cairan yang bisa berubah menjadi keras dan bersisik
  • Gatal dan rasa terbakar ringan hingga berat. Rasa gatal seringkali muncul dan bertambah parah pada malam hari serta bisa mengangu kualitas tidur penderitanya.

Penyebab Dermatitis Numularis


Hingga saat ini penyebab pasti terjadinya dermatitis numularis masih belum bisa diketahui secara pasti. Beberapa penelitian menunjukanj adanya keterkaitan antara kemunculan dermatitis numularis pada seseorang dengan sensitivitas terhadap senyawa kimia diantaranya yaitu :

  • Formaldehida
  • Logam, termasuk logam langka dan toksik (misalnya nikel dan merkuri)
  • Obat-obatan seperti neomycin atau antibiotik lainnya yang digunakan untuk kulit.

Beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang terkena dermatitis numularis diantaranya yaitu :

  • Kulit yang sangat kering (xerosis)
  • Menderita atau mempunyai riwayat dermatitis atopik atau dermatitis stasis
  • Aliran darah yang kurang baik dan pembengkakan di kaki
  • Cedera pada kulit akibat gigitan serangga, senyawa kimia atau gesekan fisik
  • Infeksi kulit oleh bakteri
  • Mengkonsumsi obat-obatan yang bisa meningkatkan permasalah pada kulit misalnya isotretinoin dan interferon
  • Hidup dan tinggal di daerah yang kering atau dingin.

Tidak hanya itu, faktor-faktor berikut ini juga bisa berkontribusi terhadap kemunculan dermatitis numularis diantaranya yaitu :

  • Stres
  • Kulit kering
  • Perubahan temperatur
  • Iritan dari lingkungan, seperti sabun, senyawa kimia dan lain-lain.

Diagnosis Dermatitis Numularis


Dermatitis Numularis bisa diidentifikasi dengan mudah melalui pengecekan kulit yang mengalami dermatitis. Dokter juga akan melakukan tes alergi memeriksa apakah kulit pasien mengalami alergi yang memicu dermatitis. Beberapa metode diagnosis yang bisa membantu dermatitis numularis diantaranya yaitu:

  • Swabbing dan kultur bakteri. Swabbing dilakukan dengan cara mengambil cairan eksudat yang keluar dari bagian kulit yang mengalami dermatitis numularis. Metode ini bertujuan untuk mendeteksi apakah terjadi infeksi bakteri pada daerah dermatitis. Bakteri yang umumnya muncul di daerah dermatitis antara lain adalah Staphylococcus aureus, Helicobacter pylori, dan Giardia spp. Terutama jika pasien mempunyai riwayat infeksi patogen-patogen tersebut
  • Biopsi kulit. Biopsi kulit dilakukan dengan cara mengambil jaringan kulit pada bagian yang mengalami peradangan, kemudian diamati menggunakan mikroskop. Biopsi kulit dapat membedakan dermatitis numularis secara mikroskopis dari penyakit lainnya, seperti tinea corporis, psoriasis, dan limfoma sel-T.

Perawatan Dermatitis Numularis Di Rumah


Gaya hidup dan beberapa pengobatan rumahan ini bisa membantu anda mengatasi dermatitis numularis diantaranya yaitu:

  • Menggunakan Pelembap. Gunakan pelembap setidaknya satu kali sehati dan waktu yang terbaik adalah saat kulit tidak kering
  • Hindari aktivitas yang menyebabkan keluhan pada kulit. Hal yang bisa menyebabkan kulit menjadi kering atau mengalami iritasi bisa meningkatkan kemungkinan untuk mengalami keluhan kulit. Untuk mencegah timbulnya keluhan bisa dilakukan berendam atau mandi air hangat selama 20 menit
  • Gunakan pembersih yang cocok bagi kulit. Gunakan jenis pembersih atau sabun kulit yang tidak mengandung bahan iritatif
  • Gunakan jenis pakaian yang tidak iritatif bagi kulit. Kulit lebih jarang mengalami iritasi akibat pakaian bila menggunakan pakaian longgar. Tidak hanya itu hindari penggunaan bahan yang kasar seperti wol yang bisa menyebabkan ititasi pada kulit
  • Anda juga bisa mencoba melakukan 6 Tips jitu mengatasi dermatitis numularis yang bisa anda lakukan sendiri dengan mudah di rumah.

Pengobatan Dermatitis Numularis


Kulit kering dan rusak akibat dermatitis numularis cukup sulit untuk diobati. Maka dari itu perlu konsultasi intensif fengan dokter kulit agar dermatitis numularis bisa disembuhkan dengan maksimal. Langkah pengobatan dan perawatan yang bisa dilakukan diantaranya yaitu:

  • Melindungi Kulit. Kulit yang mengalami dermatitis numularis bisa menjadi lebih rusak jika terkena cedera fisik seperti tergesek, teriris, tersayat dan lain-lain
  • Menjaga Kelembapan Kulit. Setelah setalah mandi dengan menggunakan air hangat, usapkan pelembap kulit pada bagian yang mengalami peradangan. Metode ini akan membantu mengurangi rasa gatal dan mencegah kulit bersisik
  • Mengonsumsi obat-obatan khusus dermatitis Numularis. Beberapa jenis obat yang bisa diberikan kepada penderita diantaranya yaitu:
  1. Kostikosteroid. Obat ini bisa membantu meredakan dermatitis numularis dengan cara mengurangi reaksi peradangan. Cara penggunaan kortikosteroid untuk menangani dermatitis ada 2 yaitu oral (ditelan) dan topikal (dioleskan langsung pada kulit)
  2. Modular Sistem Imun. Sama seperti kortikosteroid, obat golongan modulator sistem imun juga berfungsi membantu reaksi peradangan dengan cara mengatur aktivitas sel darah putih
  3. Antihistamin. Obat ini digunakan untuk meredakan respons alergi dan juga membantu penderita dermatitis numularis untuk tidur lebih nyenyak. Perlu diingat bahwa penggunaan antihistamin akan menyebabkan kantuk termasuk antihistamin nonsedatif
  4. Antibiotik. Obat ini digunakan pada penderota dermatitis yang sudah disertai dengan infeksi bakteri.

Anda juga bisa mencoba menggunakan obat herbal untuk mengobati Dermatitis Numularis. Obat herbal ini bisa anda gunakan apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan obat-obatan kimia dan tidak ingin melalukan jalan operasi. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan yang alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan ataupun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Dermatitis Numularis.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*