Penyakit Hipotensi (Tekanan Darah Rendah)

Sering merasa lelah dan pusing padahal tidak sedang melakukan aktivitas berlebihan? Bisa jadi tanda bahwa anda mempunyai penyakit hipotensi atau tekanan darah rendah. Bagi beberaoa orang, tekanan darah yang rendah bisa menyebabkan pingsan. Kapan seseorang dinyatakan mempunyai tekanan darah rendah? Apa saja gejala yang menunjukkan tekanan darah rendah? Simak penjelasannya berikut ini!

Hipotensi merupakan keadaan ketika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal dan biasa disebut dengan tekanan darah rendah.

Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekana itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah.

Terhambat atau terbatasnya jumlah darah yang mengalir ke otak dan organ vita lainnya seperti ginjal bisa terjadi ketika darah terlalu rendah, sehingga bisa menyebabkan kepala terasa ringan dan pusing. Tubuh juga akan terasa tidak stabil atau goyah bahkan kehilangan kesadaran.

#Tahukah Anda?
Ada 2 ukuran yang digunakan dalam tekanan darah, yaitu tekanan sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah). Tekanan darah normal adalah antara 90/60 dan 140/90. Penderita Hipotensi mempunyai tekakan darah di bawah 90/60 dan disertai dengan gejala hipotensi. Sedangkan jika tekanan darah diatas 140/90 maka orang tersebut menderita darah tinggi/hipertensi.

Penyebab Hipotensi atau Tekanan Darah Rendah


Sebenarnya tekanan darah bisa berubah sepanjang hari, tergantung kepada kegiatan yang sedang dilakukan dan hal ini dianggap normal. Ada banyak faktor yang menyebabkan tekanan darah seseorang rendah seperti faktor usia, pengobatan dan kondisi cuaca.

Cuaca udara yang lebih panas bisa membuat tekanan darah menurun. Orang yang sedang rileks atau rajin berolahraga juga umumnya mempunyai tekanan darah yang lebih rendah. Tidak hanya itu, apabila anda baru saja makan, tekanan darah juga bisa menurun karena banyak darah yang akan mengalir menuju saluran pencernaan untuk mencerna dan menyerap makanan.

Tekanan darah pada siang dan malam hari pun bisa berbeda. Biasanya pada siang hari tekanan darah akan meningkat dan malam harinya akan lebih rendah.

Tidak hanya itu, Hipotensi juga bisa diakibatkan oleh kondisi atau beberapa penyakit tertentu diantaranya yaitu:

  • Hipotensi Ortostatik. Gejala hipotensi ortostatik biasanya muncul saat anda berubah posisi secara tiba-tiba. Seseorang dengan hipotensi ini mengalami penurunan tekanan darah sistolik sebanyak 15-30 mm Hg ketika berdiri dari posisi duduk atau berbaring
  • Neurally mediates hypotension. Kondisi ini biasanya terjadi saat seseorang berdiri terlalu lama hingga aliran darah berkumpul pada bagian bawah tubuh
  • Dehidrasi. Dehidrasi terjadi akibat tubuh kekurangan cairan dan bisa disebabkan oleh kurang minum, puasa atau diare
  • Efek samping pengobatan. Ada beberapa obat yang bisa menurunkan tekanan darah, seperti obat antidepresan, obat anti-hipertensi seperti alpha-blocker dan beta-blocker, obat penghambat enzim pengubah angiotensi (ACE Inhibitor) hingga obat diuretik
  • Anemia. Anemia merupakan kondisi dimana kandungan hemoglobin di dalam darah rendah. Salah satu gejala anemia adalah tekanan darah rendah
  • Kehamilan. Tekanan darah pada wanita hamil biasanya lebih rendah karena sistem peredaran darahnya yang berkembang dengan cepat
  • Ketidakseimbangan hormon. Penyakit seperti diabetes atau Addison menyebabkan gangguan produksi hormon. Hal ini bisa berdampak pada keseimbangan kadar aia dan mineral tubuh serta tekanan darah
  • Penyakit Saraf. Penyakit saraf seperti penyakit parkinson bisa menyebabkan hipotensi ketika menjangkiti sistem saraf yang mengontrol fungsi tubuh otonom seperti mengendalikan tekanan darah
  • Perdarahan hebat. Hilangnya darah dalam jumlah besar dalam tubuh akan menurunkan asupan darah ke jaringan-jaringan di tubuh, sehingga tekanan darah tubuh akan menurun drastis. Ini merupakan kondisi mengancam nyawa yang memerlukan penanganan medis secepatnya
  • Penyakit Jantung. Penyakit kronis seperti penyakit jantung bisa menyebabkan darah tidak bisa dipompa dengan baik oleh jantung ke seluruh tubuh. Akibatnya tekanan darah pun menurun
  • Infeksi darah (Sepsis). Sepsis terjadi ketika infeksi yang terjadi dalam jaringan mulai memasuki aliran darah. Akibatnya tekanan darah akan menurun drastis. Kondisi ini mengancam nyawa dan memerlukan penanganan medis secepatnya
  • Reaksi Alergi yang parah (anafilaksis). Ini merupakan reaksi alergi parah yang berpotensi mengancam nyawa. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa gatal yang sangat, sesak napas dan tekanan darah menurun drastis.

Gejala Hipotensi


Tidak semua yang mengalami hipotensi akan merasakan gejala. Kondisi hipotensi juga tidak selalu memerlukan perawatan. Akan tetapi jika tekanan darah cukup rendah, kemungkinan besar bisa menimbulkan gejala-gejala seperti :

  • Dehidrasi
  • Pingsan
  • Mual
  • Lemas
  • Pusing
  • Napas pendek atau cepat
  • Pucat dan badan dingin
  • Pandangan buram
  • Kehilangan keseimbangan atau merasa goyah
  • Jantung berdebar kencang dan tidak teratur.

Jika mengalami gejala hipotensi, sebaiknya anda segera duduk atau berbaring, minum air putih dan menghentikan semua kegiatan yang sendag anda lakukan. Gejala biasanya akan segera hilang setelah beberapa saat.

Apabila anda sering mengalami gejala hipotensi seperti yang sudah disebutkan diatas, segera temui dokter untuk mengukur tekanan darah anda dan memerisa apakah ada penyakit tertentu yang menyebabkan timbulnya gejala seperti hipotensi.

Perawatan dan Pengobatan Hipotensi


1. Meningkatkan Asupan Cairan

Cairan bisa meningkatkan volume darah dan mencegah terjadinya dehidrasi, yang mana kedua hal ini sangat penting untuk penanganan hipotensi. Minulah minimal 8 gelas per hari ditambah dengan makanan yang mengandung banyak air seperti sayur dan buah.

2. Meningkatkan Asupan Garam

Natrium merupakan mineral yang tersedia dalam garam. Selain dalam garam, sayur, buah dan minuman olahraga juga mengandung natrium yang bisa menjadi sumber asupan natrium bagi orang dengan hipotensi.

3. Hindari Minuman Beralkohol

Hobi minum-minuman beralkohol bisa memicu terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan. Semakin banyak cairan yang hilang dari tubuh, tekanan darah anda juga akan semakin berkurang. Hindari penggunaan alkohol, terlebih bila anda mempunyai riwayat tekanan darah rendah atau tinggi.

4. Periksa Obat-obatan anda

Obat-obatan tertentu memang bisa membuat tekanan darah anda menurun. Jadi perhatian gejala tekanan darah rendah khususnya setelah minum obat tertentu.

5. Hindari Terlalu Lama Berdiri

Berdiri terlalu lama bisa mencegah terjadinya tekanan darah menjadi semakin rendah yang dipengaruhi oleh kondisi saraf. Ada beberapa orang yang mengalami tekanan darah rendah dengan jenis orthostatic.

6. Memanfaatkan Bahan-Bahan alami

Ada beberapa bahan alami yang bisa anda gunakan untuk membantu mengobati hipotensi atau tekanan darah rendah, bahan herbal ini bisa anda racik sendiri dengan mudah di rumah dan kemudian bisa anda jadikan ramuan herbal dan dikonsumsi setiap hari secara teratur.

7. Mengkonsumsi Obat-obatan

Ada beberapa obat-obatan yang dikhususkan untuk kasus tekanan darah rendah. Cara kerja obat tersebut adalah dengan meningkatkan volume darah atau mempersempit arteri. Sehingga nantinya tekanan darah akan meningkat karena ada lebih banyak darah yang mengalir melalui ruang kecil. Beberapa obat tersebut diantaranya yaitu:

  • Obat Vasopressin

Obat vasopressin merupakan obat untuk mempersempit pembuluh darah agar menyebabkan peningkatan tekanan darah. Obat ini biasanya digunakan untuk kasus hipotensi kritis.

  • Obat Catecholamine

Catecholamine termasuk ke dalam obat adrenalin, nonadrenalin dan dopamin untuk kondisi tekanan darah yang rendah. Obat-obatan ini bekerja memengaruhi sistem saraf simpatetik dan pusat.

Obat herbal ini bisa anda pilih apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi terhadap obat-obatan kimia. Obat herbal ini terbuat dari bahan alami sehingga sangat aman untuk dikonsumsi tanpa menimbulkan efek samping.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*