Kenali Penyakit Ensefalopati Sejak Dini

Anda sering merasa kehilangan konsentrasi dan mempunyai gangguan koordinasi gerakan serta kehilangan kemampuan daya pikir untuk memutuskan sesuatu? Wasapada bisa jadi anda terkena penyakit ensefalopati! Kenali Penyakit Ensefalopati Sejak Dini, simak sampai tuntas!

Ensefalopati merupakan istilah yang berarti kelainan atau penyakit otak. Istilah ini bukan hanya mengacu pada salah satu penyakit, melainkan menggambarkan berbagai disfungsi otak. Cakupan ensefalopati juga sangat luas, bisa berupa kerusakan otak yang bersifat sementara, kambuhan atau bahkan permanen.

Sebagian besar Ensefalopati memang tidak bisa disembuhkan. Walaupun begitu, diagnosis dan penanganan sedini mungkin pada awal kemunculan gejala ensefalopati akan meningkatkan keefektifan langkah pengobatan. Penanganan yang tepat dan sesegera mungkin bisa membantu mengendalikan gejala atau bahkan menyembuhkan.

Gejala Ensefalopati


Semua orang dari segala usia bisa mengalami ensefalopati dengan gejalanya yang beragam. Gejala khasnya adalah perubahan kondisi kejiwaan yang umumnya meliputi kehilangan konsentrasi, gangguan koordinasi gerak serta kehilangan kemampuan daya pikir untuk memutuskan sesuatu.

Perubahan kondisi kejiwaan bisa terjadi perlahan-lahan dan secara bertahap, atau drastis dan dalam waktu singkat. Gejala atau tanda klinis lain diantaranya yaitu :

  • Kejang-kejang
  • Tremor
  • Lemah otot di salah satu bagian tubuh
  • Sulit menelan atau bicara
  • Bagian tubuh yang berkedut
  • Koma.

Apabila mengalami gejala tersebut, pengidap sebaiknya segera ke rumah sakit agar bisa ditangani secepatnya. Terutama apabila mengalami kejang-kejang, koma atau lemah otot.

Penyebab dan Jenis Ensefalopati


Kelainan otak bisa disebabkan oleh berbagai faktor dan kondisi. Berikut ini merupakan beberapa jenis ensefalopati berdasarkan penyebabnya diantaranya yaitu :

  • Ensefalopati bilirubin akibat tingginya kadar bilirubin dalam tubuh
  • Ensefalopati traumatik kronis akibat trauma atau cedera pada otak
  • Ensefalopati glisin yang dipicu oleh kadar glisin dalam otak yang terlalu tinggi
  • Ensefalopati hashimoto, yaitu kondisi autoimun yang menyerang kelenjar tiroid
  • Ensefalopati hepatik akibat penyakit hati
  • Ensefalopati hipertensif karena hipertensi
  • Ensefalopati akibat otak yang kekurangan oksigen
  • Ensefalopati uremik akibat gagal ginjal
  • Ensefalopati lyme sebagai komplikasi dari penyakit lyme karena penyebaran infeksi bakteri dari kutu
  • Ensefalopati statik yang merupakan kerusakan otak permanen. Kondisi ini terjadi akibat otak yang kekurangan oksigen. Misalnya pada janin yang terpajan kandungan alkohol
  • Ensefalopatitoksik metabolik akibat infeksi, toksin atau gagal organ
  • Ensefalopati menular (transmissible spongiform encephalophathies atau penyakit prion) akibat zat menular berbahan protein yang disebut dengan prion, yang bisa menyerang otak secara progresif. Contoh prion yang menyerang hewan menyebabkan penyakit sapi gila. Sedangkan prion yang menyerang pada manusia misalnya penyakit Creutzfeldt-Jakob
  • Ensefalopati Wernicke karena kekurangan vitamin B1.

Proses Diagnosis Ensefalopati


Sama seperti penyakit-penyakit lain, diagnosis ensefalopati diawali oleh dokter yang menanyakan gejala serat riwayat kesehatan pasien dan keluarga. Jika dinilah membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, dokter biasanya akan menganjurkan serangkaian tes yang berupa:

  • Tes darah untuk mengecek ada atau tidaknya potensi penyebab dasarnya, misalnya anemia, kekurangan vitamin, fungsi hati, kadar gula dan infeksi
  • X-ray
  • CT dan MRI Scan
  • Tes pungsi lumbal untuk mengambil sampel cairan tulang belakang.

Pencegahan Ensefalopati


Terdapat sebagian ensefalopati yang bisa dicegah dengan langkah-langkah sederhana. Misalnya ensefalopati akibat gagal ginjal, metabolik atau hipertensi.

Jenis-jenis ensefalopati tersebut bisa dihindari dengan menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang, berhenti mengonsumsi minuman beralkohol serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Pengobatan Ensefalopati


Pengobatan untuk ensefalopati bervariasi tergantung pada penyebabnya yang beragam. Langkah pengobatan bisa berupa pemberian obat-obatan serta suplemen hingga prosedur operasi sesuai dengan jenis dan pemicu kondisi tersebut.

Apabola ensefalopati disebabkan oleh otak kekurangan oksigen, langkah penanganan yang dianjurkan adalah dengan melakukan terapi oksigen. Sedangkan ensefalopati akibat gagal ginjal mungkin akan membutuhkan operasi trasnplantasi ginjal untuk mengatasinya.

Anda juga bisa mencoba menggunakan obat herbal untuk mengobati ensefalopati. Obat herbal ini bisa anda pilih apabila anda mempunyai alergi atau tidak cocok dengan obat-obatan kimia dan tidak ingin melakukan jalan operasi. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal terbuat dari bahan yang alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan ataupun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Ensefalopati.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*